(Panduan LENGKAP) Menanam Tabulampot Jeruk | 6 Bulan Siap Berbuah

(Panduan LENGKAP) Menanam Tabulampot Jeruk | 6 Bulan Siap Berbuah

(Panduan LENGKAP) Menanam Tabulampot Jeruk | 6 Bulan Siap Berbuah


Mau tanam jeruk di pot? Siapa takut . . .

Orang lain bisa – anda pun bisa!

Artikel ini akan membahas cara menanam jeruk dalam pot secara lengkap; mulai dari persiapan & proses tanam, teknik perawatan hingga cara membuahkan tabulampot jeruk yang paling sederhana tapi efektif. Sehingga bisa anda praktekkan langsung di rumah hari ini juga.

 


DAFTAR ISI

 

A.  PERSIAPAN

  1. Bibit Jeruk
  2. Pot
  3. Media Tanam Pot
  4. Pupuk & Pestisida

B.  PROSES TANAM

C.  PERAWATAN RUTIN

  1. Penyiraman
  2. Pemupukan
  3. Pencegahan Hama & Penyakit
  4. Pemangkasan

D.  PEMBUAHAN

  1. Teknik Pembuahan Jeruk
  2. Pemupukan Lanjutan Hingga Panen
  3. Pencegahan Hama & Penyakit Selama Berbuah

 


A.  PERSIAPAN

 

Anda sudah siap? Oke, berikut ini 4 poin pokok yang harus anda siapkan untuk membuat tabulampot jeruk:

 

1.  Bibit Jeruk

Ada puluhan varietas jeruk yang tersedia di pasaran. Silahkan pilih sesuai selera!

Namun perlu diperhatikan, tidak semua varietas jeruk bisa dibuahkan dalam waktu 6 bulan. Ada yang harus menunggu 1 – 1,5 tahun baru berbuah. Contoh varietas yang bisa berbuah cepat antara lain:

  1. Chokun / Jeruk BW
  2. Nagami Kumquat
  3. Marumi Kumquat
  4. Sunkist
  5. Sunkist Variegata
  6. Keprok Siam
  7. Santang
  8. Santang Madu
  9. Kalamansi / Calamondin
  10. Kim Kip
  11. Jeruk Kunci, Sate, Lemon, Nipis
  12. dan seterusnya . . .

 

Anda juga bisa membeli bibit jeruk di toko online kami:

Daunku Store (klik di sini)

Tersedia banyak pilihan varietas yang siap anda koleksi!

 

2.  Pot

Sangat disarankan memakai pot ukuran besar. Kalo pot plastik belilah yang No.40 ke atas. Dan kalo beli Planterbag, beli ukuran 45 liter ke atas.

Kenapa harus pot besar?

Kalo anda pakai pot kecil, lewat setengah tahun sudah harus pindah ke pot yang lebih besar. Karena perakaran pohon jeruk sudah kehabisan ruang di dalam pot. Nah, dari pada gonta-ganti pot, bukankah lebih baik tanam langsung di pot besar dari awal. Iya nggak . . . !?

Macam-macam ukuran Planterbag

Macam-macam ukuran Planterbag

 

3.  Media Tanam Pot

Ada banyak pilihan komposisi media tanam tabulampot di kalangan penghobi. Di sini saya akan lampirkan 4 pilihan komposisi yang bisa anda pilih sesuai kemudahan mendapatkan bahan baku:

Media tanam tabulampot jeruk

Sebagai tambahan, gunakanlah pupuk kandang / kompos yang sudah betul-betul matang. Ciri-cirinya sudah tidak berbau kotoran atau busuk lagi.

Selain itu, setelah semua bahan dicampur rata dan dimasukkan ke dalam pot, sebaiknya jangan ditanami dulu selama minimal 1 minggu. Tujuannya supaya media tanam terfermentasi sempurna dulu agar tidak merusak bibit jeruk.

 

4.  Pupuk dan Pestisida

–  Pupuk yang secara rutin digunakan adalah:

  1. Pupuk NPK Mutiara (16:16:16)
  2. Pupuk Urea
  3. Kapur Dolomit
  4. Pupuk kandang/kompos

–  Untuk proses ‘Pembuahan’, diperlukan pupuk tambahan:

  1. Pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate)

–  Pestisida yang dianjurkan:

  1. Insektisida merk DuPont Lannate, Confidor atau lainnya
  2. Fungisida merk Antracol, Dithane atau lainnya

 

Supaya praktis dan murah, anda bisa membeli Pupuk & Pestisida tersebut dalam 1 paket kemasan ulang (re-pack) di toko online kami:

Daunku Store (klik di sini)

hanya dengan ‘belasan ribu rupiah’, anda bisa mendapatkan SEMUA pupuk & pestisida di atas!

 


B.  PROSES TANAM

 

Saya rasa foto berikut ini sudah cukup mewakili untuk menjelaskan proses penanaman bibit jeruk ke dalam pot.

Cara Menanam Jeruk Dalam Pot

Ada sedikit tambahan, yaitu pada bagian dasar pot HARUS diisi sekam bakar / sekam mentah / pasir / kerikil / pecahan bata / genteng (pilih salah satu) setinggi 5-10 cm. Fungsinya agar air siraman tidak mengendap di dasar pot yang memicu busuk akar. Bahan-bahan tersebut terkenal mudah dilewati air dan sulit memadat, sehingga sangat efektif untuk penggunaan jangka panjang.

Setelah selesai ditanam, letakkan tabulampot jeruk di lokasi yang terpapar sinar matahari langsung (dari pagi – sore) agar pertumbuhannya optimal.

 


C.  PERAWATAN RUTIN

 

1.  Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin 1-3 hari sekali – tergantung cuaca. Intinya jangan sampai media tanam kekeringan, namun jangan pula terlalu becek. Jadi, cukup sedang-sedang saja.

 

2.  Pemupukan

Pemupukan pertama kali dimulai setelah 1 minggu tanam ke pot.

  • Berikan pupuk NPK Mutiara (1½ sendok teh) + Urea (1 sendok teh) setiap 2 minggu sekali – secara bersamaan. Caranya ditabur merata mengelilingi sisi pinggir pot, kemudian siram secukupnya.
  • Berikan juga Kapur Dolomit (1 sendok makan) setiap 3 bulan sekali. Bisa diberikan bersamaan pupuk NPK dan Urea pada hari pertama pemupukan. Kemudian diberikan kembali setelah 3 bulan berikutnya.
  • Berikan pupuk Kandang/Kompos (2-5 gayung) setiap 3 bulan sekali. Aplikasinya bersamaan dengan kapur dolomit. Tapi diberikan setelah 3 bulan berikutnya. Jadi pada awal tanam tidak perlu, karena komposisi media tanam pot sudah mengandung pupuk kandang/kompos.

CATATAN:

–  Dosis tersebut untuk ukuran pot plastik minimal No.40 ya! Kalo di bawah itu, maka dosisnya harus dikurangi – biar nggak over-dosis.

–  Dosis masih bisa ditingkatkan apabila diperlukan, misal karena ukuran pot sangat besar (No.60 atau lebih), usia tanaman sudah di atas 6 bulan dan lain sebagainya.

 

3.  Pencegahan Hama & Penyakit

Semprot insektisida dan fungisida setiap 2 minggu sekali. Dosis mengikuti petunjuk di kemasan masing-masing produk. Oya, insektisida dan fungisida bisa dicampur dalam 1 larutan, biar praktis. 🙂

 

4.  Pemangkasan

Pangkaslah semua tunas-tunas yang tumbuh pada batang bawah (di bawah area sambungan/okulasi). Selain itu buanglah tunas yang tumbuh terlalu banyak di ujung cabang dan sisakan 3 tunas saja.

Apabila anda menemukan tunas air (yaitu tunas yang tumbuh di ketiak daun), sebaiknya buang saja karena tunas ini kurang bermanfaat. Ciri-ciri tunas air adalah tidak bisa tumbuh besar, biasanya setelah tumbuh beberapa helai daun, tunas ini akan berhenti tumbuh sehingga jumlah daunnya tidak akan bertambah lagi.

 


D.  PEMBUAHAN

 

Sebelumnya, ada hal penting yang harus anda pahami.

Memang betul ada sebagian varietas jeruk yang sangat mudah dan cepat berbuah dalam waktu 6 bulan, bahkan ada yang lebih cepat dari itu. Namun berdasarkan fisiologis tanaman dan sesuai rekomendasi ‘Para Ahli di bidang ini’, tanaman jeruk baru boleh dibuahkan pada usia paling cepat 1 tahun sejak tanam dalam pot.

Karena pada 1 tahun pertama tersebut tanaman sedang bertumbuh-kembang secara optimal. Sehingga pada tahun berikutnya tanaman sudah siap secara fisiologis untuk menghasilkan buah dengan produktif dan kontinyu sepanjang tahun.

TAPI . . . tidak bisa dipungkiri juga bahwa kebanyakan penghobi tidak sabar menunggu. Sebetulnya sah-sah aja sih, karena ini bicara selera dan kepuasan.

Nah, kalo saya boleh kasih saran. Bagi anda yang cenderung ingin tabulampot jeruknya berbuah lebih cepat dari yang disarankan para ahli, maka silahkan lakukan, tidak perlu ragu. Tetapi saya sarankan anda menanam lebih dari 1 pohon.

Maksud saya, ada tabulampot jeruk yang akan dibuahkan dalam waktu 6 bulan, dan ada juga yang menunggu setelah 1 tahun. Jadi, anda bisa merasakan sensasi kedua-nya. Iya nggak . . . !? Ini win-win solution namanya. Hehe . . .

 

. . . . BERSAMBUNG

Ngobrol, yuk!

error: Mohon maaf, DILARANG meng-copy konten apapun di website ini!